Shopping Cart
Apa itu Stroke?
Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak tiba-tiba terhenti atau berkurang sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Tanpa aliran darah, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit.
Dampak stroke bergantung pada bagian otak mana yang terkena dan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Karena setiap bagian otak mengendalikan fungsi yang berbeda, stroke dapat mempengaruhi:
- Kemampuan bergerak
- Kemampuan berbicara
- Penglihatan
- Daya ingat
- Kemampuan menelan
- atau kombinasi dari hal-hal di atas, tergantung lokasi stroke.
Stroke adalah penyebab kematian ketiga terbesar di Malaysia, setelah penyakit jantung iskemik dan pneumonia. Stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang.

Jenis-Jenis Stroke
1. Stroke Iskemik (Ischaemic Stroke)
.png)
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak tersumbat, biasanya oleh bekuan darah. Penyumbatan ini memotong aliran darah ke bagian otak di belakangnya sehingga jaringan tersebut kekurangan oksigen. Stroke iskemik adalah jenis yang paling umum, mencakup sekitar 76 hingga 85% dari seluruh kasus stroke di Malaysia.
Bekuan darah yang menyebabkan stroke iskemik dapat terbentuk dengan dua cara utama:
- Bekuan terbentuk langsung di otak (Stroke Trombotik) — Bekuan dapat terbentuk di dalam arteri otak yang menyempit akibat penumpukan lemak yang terjadi secara bertahap.
- Bekuan datang dari bagian tubuh lain (Stroke Embolik) — Bekuan terbentuk di tempat lain, umumnya di jantung, lalu terbawa aliran darah hingga tersangkut di pembuluh darah kecil di otak.
2. Stroke Hemoragik (Haemorrhagic Stroke)
.png)
Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak pecah dan berdarah. Perdarahan ini tidak hanya memutus suplai darah ke jaringan otak di sekitarnya, tetapi juga menimbulkan tekanan di dalam tengkorak yang dapat semakin merusak sel-sel otak. Meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan stroke iskemik, stroke hemoragik cenderung lebih berat dan membawa risiko kematian atau kecacatan yang lebih tinggi.
Penyebab umum stroke hemoragik meliputi:
- Tekanan darah tinggi — Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang secara bertahap melemahkan dinding pembuluh darah sehingga lebih rentan pecah.
- Aneurisma (Aneurysm) — Titik lemah pada dinding pembuluh darah yang menonjol keluar dan dapat pecah serta mengalirkan darah ke jaringan otak sekitarnya.
- Malformasi arteriovenosa (AVM) — Kumpulan pembuluh darah abnormal yang ada sejak lahir dan dapat pecah secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya.
3. Serangan Iskemik Sementara (TIA) / Stroke Ringan
.png)
Serangan iskemik sementara, atau yang sering disebut stroke ringan, terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhambat untuk sementara. Gejalanya sama persis dengan stroke pada umumnya, namun biasanya hilang dengan sendirinya dalam hitungan menit hingga beberapa jam dan tidak meninggalkan kerusakan permanen yang terlihat pada pemeriksaan pencitraan.
Meski gejalanya hilang sendiri, TIA tidak boleh dianggap remeh. Ini adalah tanda peringatan serius bahwa masalah pembuluh darah yang sama bisa sewaktu-waktu menyebabkan stroke permanen yang lebih berat.
Seberapa Umum Stroke di Malaysia?
Stroke adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan terus berkembang di Malaysia. Selain menempati posisi penyebab kematian ketiga secara nasional, data dari Kementerian Kesehatan Malaysia antara tahun 2008 hingga 2016 menunjukkan peningkatan signifikan kasus stroke pada kelompok usia di bawah 65 tahun, dengan lonjakan terbesar terjadi pada kelompok usia 35 hingga 39 tahun, meningkat 53,3% pada pria dan 50,4% pada wanita selama periode tersebut.
Tren ini mencerminkan pola yang lebih luas di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara, di mana meningkatnya angka tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas turut berkontribusi pada semakin banyaknya kasus stroke yang terjadi di usia yang lebih muda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah stroke bisa diturunkan?
Apakah stroke selalu menyebabkan kecacatan permanen?
Bagian otak mana yang paling sering terkena stroke?
Apa perbedaan antara stroke iskemik dan stroke hemoragik?
Apakah orang muda bisa terkena stroke?
Bisa. Meskipun risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, stroke tidak hanya terjadi pada orang tua. Data rumah sakit di Malaysia menunjukkan peningkatan kasus stroke yang jelas pada kelompok usia 30 hingga 40 tahun, seringkali terkait dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, kondisi jantung, atau gaya hidup yang tidak sehat. Karena stroke masih dianggap penyakit orang tua, gejala pada pasien muda kadang diabaikan atau disalahartikan sehingga penanganan menjadi terlambat.
Dari Pemahaman ke Tindakan
Memahami apa itu stroke dan menyadari bahwa stroke bisa terjadi pada siapa saja di usia berapa pun adalah langkah pertama untuk bertindak cepat saat dibutuhkan. Mengetahui tanda-tanda peringatan dan cara meresponsnya bisa membuat perbedaan besar dalam proses pemulihan.
Pelajari lebih lanjut tentang perawatan stroke di Pusat Stroke kami di Penang
Baca Selengkapnya: Bagaimana Stroke Didiagnosis? | Gejala dan Tanda Peringatan Stroke | Faktor Risiko Stroke | Pencegahan Stroke | Pengobatan Stroke | Spesialis Stroke | Rehabilitasi Stroke
















































